Saat ini penggunaan Geomembrane di Indonesia sudah umum karena dapat meningkatkan efisiensi biaya karena dalam membangun kolam tidak perlu lagi menggunakan beton cukup kolam tanah yang kemudian dilapis menggunakan Geomembrane untuk mencegah cairan yang ditampung meresap kedalam tanah.
Jenis Geomembrane
Geomembrane dibagi dalam beberapa jenis tergantung dari material dasar pembuatnya. Beriku ini adalah dua jenis geomembrane yang banyak beredar di pasaran Indonesia.
Geomembrane HDPE
Geomembrane HDPE (High Density Polyethylene) merupakan jenis yang paling banyak di gunakan di Indonesia terutama dalam pada kolam limbah, TPA, Embung, dan Tambak. Geomembrane HDPE ini memiliki fitur tahan panas, tahan UV, dan tahan terhadap mikroorganisme. Untuk ketebalannya mulai dari 0.5mm - 3mm, karena bentuknya berupa lembaran sehingga fleksible dapat dibentuk sesuai dengan permukaan kolam.
Dalam proses lining ada kondisi dimana Geomembrane digelar diatas Non Woven Geotextile yang mana tujuan geotextile untuk melindungi Geomembrane agar tidak mudah sobek akibat dari permukaan tanah yang tidak rata atau partikel / kerikil yang tajam.
Geomembrane LDPE
Geomembrane jenis ini memiliki tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi dibanding dengan jenis HDPE karena terbuat dari monomer etilen dengan menggunakan proses tekanan tinggi melalui polimerisasi radikal bebas. Hanya saja dari segi kuat tarik lebih rendah dibanding dengan Geomembrane HDPE dengan kata lain Geomembrane LDPE rentan untuk sobek.
Geomembrane LDPE ini sering diaplikasikan sebagai pelindung bahan baku di open storage pada kegiatan konstruksi.

Comments
Post a Comment