Skip to main content

Apa itu Geomembrane ?


Geomembrane adalah salah satu material geosintetik yang memiliki sifat kedap air. Material ini biasanya digunakan sebagai pelapis tanah pada aplikasi seperti kolam limbah, embung, waterway, tambak udang, tambak garam dan masih banyak lagi.

Saat ini penggunaan Geomembrane di Indonesia sudah umum karena dapat meningkatkan efisiensi biaya karena dalam membangun kolam tidak perlu lagi menggunakan beton cukup kolam tanah yang kemudian dilapis menggunakan Geomembrane untuk mencegah cairan yang ditampung meresap kedalam tanah.

Jenis Geomembrane 

Geomembrane dibagi dalam beberapa jenis tergantung dari material dasar pembuatnya. Beriku ini adalah dua jenis geomembrane yang banyak beredar di pasaran Indonesia.

Geomembrane HDPE

Geomembrane HDPE (High Density Polyethylene) merupakan jenis yang paling banyak di gunakan di Indonesia terutama dalam pada kolam limbah, TPA, Embung, dan Tambak. Geomembrane HDPE ini memiliki fitur tahan panas, tahan UV, dan tahan terhadap mikroorganisme. Untuk ketebalannya mulai dari 0.5mm - 3mm, karena bentuknya berupa lembaran sehingga fleksible dapat dibentuk sesuai dengan permukaan kolam.

Dalam proses lining ada kondisi dimana Geomembrane digelar diatas Non Woven Geotextile yang mana tujuan geotextile untuk melindungi Geomembrane agar tidak mudah sobek akibat dari permukaan tanah yang tidak rata atau partikel / kerikil yang tajam.

Geomembrane LDPE

Geomembrane jenis ini memiliki tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi dibanding dengan jenis HDPE karena terbuat dari monomer etilen dengan menggunakan proses tekanan tinggi melalui polimerisasi radikal bebas. Hanya saja dari segi kuat tarik lebih rendah dibanding dengan Geomembrane HDPE dengan kata lain Geomembrane LDPE rentan untuk sobek.

Geomembrane LDPE ini sering diaplikasikan sebagai pelindung bahan baku di open storage pada kegiatan konstruksi.

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Erosion Control Mat & Bagaimana Fungsinya

 Erosion control mat atau sering juga disebut geomat merupakan material berupa lembaran berbentuk jaring ada yang terbuat dari bahan alami seperti jerami, sabut kelapa, namun saat ini telah hadir erosion control mat dengan bahan sintetis menggunakan bahan baku HDPE  (High Density Polyethylene). Jenis Erosion Control Mat Sintetis Erosion Control Mat dengan bahan sintetis terdiri dari 2 tipe dan yang membedakan diantara kecua tipe tersebut adalah tambahan kawat besi pada tipe kedua. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar di bawah ini Tipe 1 Tipe 2 Fungsi Erosion Control Mat Dari namanya saja kita tentunya sudah bisa menebak fungsi dari Erosion control mat / selimut pengendali erosi adalah untuk mengendalikan atau mencegah terjadinya erosi, terutama pada tanah lereng. Erosion control mat ini dipasang pada permukaan tanah lereng yang kemudian ditanami tanaman seperti rumput diatasnya, selama menunggu terjadinya vegetasi yang merata erosion control mat ini membantu menceg...

Aplikasi Geogrid untuk Perkuatan Tanah Dasar pada Jalan Tambang

Mengapa Kombinasi Geogrid dan Geotextile Menjadi Solusi Paling Efektif untuk Subgrade Lemah di Industri Pertambangan Pendahuluan Jalan tambang merupakan salah satu elemen terpenting dalam operasional industri pertambangan. Hampir seluruh aktivitas produksi — mulai dari pengangkutan overburden, batubara, bijih, hingga logistik — sangat bergantung pada kondisi jalan. Kerusakan pada jalan hauling bukan hanya menghambat pergerakan alat berat, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi dan biaya operasi perusahaan. Salah satu tantangan utama dalam pembangunan jalan tambang adalah kondisi tanah dasar ( subgrade ) yang sering kali lunak, jenuh air, dan tidak stabil. Situasi ini semakin diperburuk oleh beban dinamis dari dump truck tambang yang dapat mencapai ratusan ton, serta lalu lintas yang berlangsung 24 jam tanpa henti. Ketika tanah dasar tidak mampu menahan beban tersebut, terjadi deformasi, rutting, dan peningkatan biaya maintenance . Untuk mengatasi tantangan tersebut, pengguna...

Mengenal Jenis Dinding Penahan Tanah

Jika anda sering perhatikan di sisi kanan kiri jalan tol bentuknya seperti tembok dengan tampak muka biasanya batuan dan dibangun miring atau tegak lurus, yang mana fungsinya adalah untuk menahan tanah agar tidak longsor. itulah dinding penahan tanah atau retaining wall. Jenis Dinding Penahan Tanah Ada beberapa jenis dinding penahan tanah dan kami akan membahas sekilas mengenai jenis dan fungsi dinding penahan tanah. Dinding Penahan Tanah Gravity Dinding penahan tanah gravitasi adalah jenis dining penahan tanah yang hanya mengandalkan beratnya sendiri untuk berdiri. Ilustrasi Gravity Wall Dinding Penahan Tanah Kantilever Diding penahan tanah kantilever ini bisa dibilang pengembangan dari gravity wall dimana dibagian bawah ditambahkan kontruksi beton horizontal atau sering disebut dengan istilah tapak kaki. Ilustrasi Cantilever Retaining Wall Gabion Gabion ini salah satu jenis dinding penahan tanah yang cukup banyak di aplikasikan di Indonesia, biasanya banyak ditemukan dipinggir sunga...