Skip to main content

Salah satu fungsi dari geomembrane adalah sebagai lapisan kedap pada tempat pembuangan akhir (Landfill), gunanya agar tidak ada zat yang keluar dari sampah mencemari tanah. meski begitu menteri lingkungan hidup telah mengeluarkan standart peraturan mengenai rancangan desain pada tempat pembuangan akhir.

Berikut ini rancangan desain tempat pembuangan akhir yang sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomer P.63/Menlhk/Setjen/KUM.1/7/2016 harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Tempat pembuangan akhir harus terletak di daerah yang tidak terdampak oleh aktivitas manusia dan tidak merugikan lingkungan.

2. Tempat pembuangan akhir harus memiliki akses yang mudah dan aman bagi kendaraan yang akan mengangkut sampah ke tempat tersebut.

3. Tempat pembuangan akhir harus memiliki luas yang cukup untuk menampung sampah selama beberapa tahun ke depan.

4. Tempat pembuangan akhir harus memiliki sistem pengelolaan sampah yang efektif, seperti penimbunan, daur ulang, atau pengolahan sampah.

5. Tempat pembuangan akhir harus memiliki sistem pengendalian pencemaran udara, air, dan tanah yang efektif, seperti sistem penyaringan, penyaringan air, atau pemantauan kualitas air.

6. Tempat pembuangan akhir harus memiliki sistem pelaporan dan pengawasan yang efektif, seperti pemantauan kualitas udara, air, dan tanah, serta pelaporan kepada pihak yang berwenang.

7. Tempat pembuangan akhir harus memiliki sistem pemeliharaan dan perawatan yang efektif, seperti pembersihan, penyempurnaan, dan perbaikan sistem pengelolaan sampah.

8. Tempat pembuangan akhir harus memiliki sistem pengamanan dan keamanan yang efektif, seperti pembatasan akses, pengawasan, dan pencegahan kebakaran.

9. Tempat pembuangan akhir harus memiliki sistem informasi dan edukasi yang efektif, seperti pemasangan papan informasi, penyebaran brosur, atau pelatihan bagi masyarakat sekitar.

Silahkan hubungi kami untuk konsultasi lebih jauh mengenai penggunaan Geomembrane pada tempat pembuangan akhir.

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Erosion Control Mat & Bagaimana Fungsinya

 Erosion control mat atau sering juga disebut geomat merupakan material berupa lembaran berbentuk jaring ada yang terbuat dari bahan alami seperti jerami, sabut kelapa, namun saat ini telah hadir erosion control mat dengan bahan sintetis menggunakan bahan baku HDPE  (High Density Polyethylene). Jenis Erosion Control Mat Sintetis Erosion Control Mat dengan bahan sintetis terdiri dari 2 tipe dan yang membedakan diantara kecua tipe tersebut adalah tambahan kawat besi pada tipe kedua. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar di bawah ini Tipe 1 Tipe 2 Fungsi Erosion Control Mat Dari namanya saja kita tentunya sudah bisa menebak fungsi dari Erosion control mat / selimut pengendali erosi adalah untuk mengendalikan atau mencegah terjadinya erosi, terutama pada tanah lereng. Erosion control mat ini dipasang pada permukaan tanah lereng yang kemudian ditanami tanaman seperti rumput diatasnya, selama menunggu terjadinya vegetasi yang merata erosion control mat ini membantu menceg...

Aplikasi Geogrid untuk Perkuatan Tanah Dasar pada Jalan Tambang

Mengapa Kombinasi Geogrid dan Geotextile Menjadi Solusi Paling Efektif untuk Subgrade Lemah di Industri Pertambangan Pendahuluan Jalan tambang merupakan salah satu elemen terpenting dalam operasional industri pertambangan. Hampir seluruh aktivitas produksi — mulai dari pengangkutan overburden, batubara, bijih, hingga logistik — sangat bergantung pada kondisi jalan. Kerusakan pada jalan hauling bukan hanya menghambat pergerakan alat berat, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi dan biaya operasi perusahaan. Salah satu tantangan utama dalam pembangunan jalan tambang adalah kondisi tanah dasar ( subgrade ) yang sering kali lunak, jenuh air, dan tidak stabil. Situasi ini semakin diperburuk oleh beban dinamis dari dump truck tambang yang dapat mencapai ratusan ton, serta lalu lintas yang berlangsung 24 jam tanpa henti. Ketika tanah dasar tidak mampu menahan beban tersebut, terjadi deformasi, rutting, dan peningkatan biaya maintenance . Untuk mengatasi tantangan tersebut, pengguna...

Mengenal Jenis Dinding Penahan Tanah

Jika anda sering perhatikan di sisi kanan kiri jalan tol bentuknya seperti tembok dengan tampak muka biasanya batuan dan dibangun miring atau tegak lurus, yang mana fungsinya adalah untuk menahan tanah agar tidak longsor. itulah dinding penahan tanah atau retaining wall. Jenis Dinding Penahan Tanah Ada beberapa jenis dinding penahan tanah dan kami akan membahas sekilas mengenai jenis dan fungsi dinding penahan tanah. Dinding Penahan Tanah Gravity Dinding penahan tanah gravitasi adalah jenis dining penahan tanah yang hanya mengandalkan beratnya sendiri untuk berdiri. Ilustrasi Gravity Wall Dinding Penahan Tanah Kantilever Diding penahan tanah kantilever ini bisa dibilang pengembangan dari gravity wall dimana dibagian bawah ditambahkan kontruksi beton horizontal atau sering disebut dengan istilah tapak kaki. Ilustrasi Cantilever Retaining Wall Gabion Gabion ini salah satu jenis dinding penahan tanah yang cukup banyak di aplikasikan di Indonesia, biasanya banyak ditemukan dipinggir sunga...